Gambaran Kadar Asam Urat Darah Metode Basah (Uricase-PAP) Pada Sampel Serum dan Plasma EDTA

Main Article Content

M.Atik Martsiningsih Dermawan Otnel

Abstract

Pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu diagnosis penyakit dan memiliki akurasi yang baik, salah satu parameter adalah asam urat dengan menggunakan metode uricase-PAP, peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gout, kadar asam urat sangat berguna untuk memantau kesehatan pasien, jenis sampel yang digunakan untuk pemeriksaan asam urat pada umumnya menggunakan serum dan dapat juga plasma EDTA. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar asam urat dengan metode Uricase-PAP dengan sampel serum dan sampel plasma EDTA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk mengetahui rata-rata kadar asam urat dalam serum dan plasma EDTA. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar asam urat pada sampel serum adalah 5,63 mg/dl dan rata-rata kadar asam urat pada plasma EDTA adalah 5,73 mg/dl dan selisih antara serum dan plasma EDTA adalah 0,10 mg/dl. Kesimpulan berdasarkan analisis data secara deskriptif menunjukkan terdapat perbedaan pada hasil pemeriksaan kadar asam urat antara serum dan plasma EDTA sebesar 1,88%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Martsiningsih, M., & Otnel, D. (2016). Gambaran Kadar Asam Urat Darah Metode Basah (Uricase-PAP) Pada Sampel Serum dan Plasma EDTA. Jurnal Teknologi Laboratorium, 5(1), 20-26. Retrieved from https://www.teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/72
Section
Clinical Chemistry

References

[1] Suryo Wibowo.2006. Tentang Asam Urat. Diunduh tanggal 24 April 2009 dari http://suryo-wibowo. Blogspot.com/2006/06/asam-urat.html
[2] Francis H. McCrudden, 2000, Uric Acid. Penterjemah Suseno Akbar, Salemba Medika: Yogyakarta
[3] Murray,R; Granner,D ; mayes,P; Rodwell,V. 2003. Harper’s lllustrated Biochemistry, Twenty-Sixth Edition. In Rodwell, V. Metabolism of Purins and Pyrimidine Nucleotides. New York. Mc Graw-Hill.
[4] Sacher, Ronald A. dan Richard A. McPherson. 2004. Tinjauan klinis hasilpemeriksaan laboratorium edisi 11. Alih bahasa : Brahm U. Pendit dan Dewi Wulandari. EGC : Jakarta.
[5] Speicher, E. Carl; Smith, W. Jack.(1994). The Choosing Effective LaboratoriumTest. Philadelphila : W.B. Saunders Company.
[6] Widmann, M.D. 1996; Tinjauan Klinis atau Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta; EGC.
[7] Widmann, M.D. 1996; Tinjauan Klinis atau Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta; EGC.
[8] Wirawan R dan Silman E. 2000. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi Sederhana, 2nd ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, hlm 3, 12
[9] Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. . Bandung : A
[10] Arif, Mansjoer, dkk., ( 2000 ), Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3, Medica Aesculpalus, FKUI, Jakarta.
[11] Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. . Bandung : A
[12] Widmann, M.D. 1996; Tinjauan Klinis atau Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta; EGC.
[13] Diasys, 2012. Cholesterol FS: Diagnostic Reagent for Quantitative in Vitro Determination of Cholesterol in Serum or Plasma on Photometric Systems, Germany : DiaSys Diagnostuc Systems GmbH.